BEKASI, FENOMENA HUKUM NEWS -. Berbagai elemen masyarakat dan tokoh lintas golongan menggelar Dialog Kebangsaan yang diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Kebangsaan bertema “Pancasila Jati Diri Bangsa Indonesia”, sebagai wujud persatuan dan komitmen menjaga persatuan nasional.
Dalam momen yang penuh semangat persatuan ini, para peserta menyatukan tekad untuk menempatkan Pancasila sebagai landasan utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yang menyatukan keberagaman di bawah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Acara ini ditandai dengan penandatanganan bersama di papan deklarasi raksasa, sebagai bukti nyata kesepakatan untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap tindakan sehari-hari.
Para peserta sepakat bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan jati diri dan identitas asli bangsa Indonesia yang menjadi perekat dalam keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Dialog ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman bahwa persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa.
“Komitmen ini menjadi janji bersama: menjaga, mengamalkan, dan mempertahankan Pancasila dari segala ancaman yang ingin meruntuhkan dasar negara kita,” tegas penyelenggara dalam sambutannya.
Penandatanganan deklarasi ini menjadi penutup yang bermakna bagi dialog tersebut, sekaligus membangkitkan semangat baru bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup bersama demi Indonesia yang makmur, adil, dan beradab.
KABIRO BEKASI RAYA / MIRA

