BEKASI, FENOMENA HUKUM NEWS - Dua hal indah menyatu dalam sosok Erwin Burangkeng: cinta teguh pada tanah air sekaligus kepedulian tulus menjaga bumi. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke‑81, ia tampak bersemangat menghiasi jalan‑jalan dengan bendera Merah Putih, berjalan berkeliling memastikan tiap bendera terpasang rapi hingga ke pelosok yang jarang dilewati orang. “Merah Putih ini kebanggaan kita semua—di mana pun saya berada, wajib saya tegakkan bendera negara kita,” ucapnya sambil tersenyum bangga.
Namun semangatnya tak berhenti di situ. Tak lama kemudian, Erwin turun langsung ke tanah, bergotong‑royong bersama warga menanam pohon di lereng yang gundul, tandus, dan rawan longsor. Di sana ia terlihat memberikan arahan serta bekerja sama: satu langkah demi satu langkah, bibit‑bibit ditanam agar akarnya kelak mengikat tanah, mencegah erosi, dan mengembalikan hijaunya lingkungan yang sempat rusak.
“Menghormati kemerdekaan bukan cuma mengibarkan bendera—tetapi juga menjaga tanah air kita tetap indah, aman, dan layak huni. Satu pohon kecil hari ini, adalah naungan bagi generasi mendatang,” tutur Erwin tulus.
Warga sangat mengapresiasi keteladanannya. “Beliau mengajarkan: mencintai Indonesia berarti menghormati bendera sekaligus merawat tanah tempat kita berpijak. Semangatnya menular ke kami semua,” kata tetangga yang ikut bergotong‑royong.
Dari mengibarkan Merah Putih hingga menanam tunas baru—Erwin Burangkeng membuktikan: cinta negeri nyata lewat perbuatan sederhana namun berarti besar.
Fenomena Hukum/Mira
