Ticker

6/recent/ticker-posts

Belum Genap 3 Tahun Sudah Amblas, Proyek Jembatan Cinyawang Senilai Miliaran Rupiah Diduga Asal-Asalan: Otoritas Terkait Bungkam!

 


FENOMENA HUKUM NEWS || CILACAP 

Kualitas proyek infrastruktur nasional di jalur selatan Jawa Tengah kembali memicu rapor merah. Jembatan Cinyawang di ruas Batas Provinsi Jawa Barat - Patimuan - Sidareja, yang baru seumur jagung selesai dibangun pada akhir tahun 2023, kini kondisinya sudah amblas parah dan menjelma menjadi jalur maut yang siap memakan korban jiwa. Sabtu, 30 Mei 2026.

Amblasnya jembatan yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga ini menuai kecaman keras. Publik mempertanyakan spesifikasi material dan kualitas pengawasan proyek yang diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan demi mengejar target penyelesaian, tanpa memikirkan ketahanan jangka panjang.

Berdasarkan investigasi visual di lokasi (Koordinat X: 7°36'06.2" / Y: 108°46'26.2" KM: 95+775), kerusakan fatal terlihat sangat jelas berupa penurunan permukaan aspal yang masif tepat di sambungan oprit jembatan.

Kerusakan memanjang ini memotong badan jalan utama, menciptakan kombinasi lubang dalam dan gundukan tajam yang sangat berbahaya.

"Ini bukan sekadar rusak biasa, ini kelalaian konstruksi. Motor sering hampir jatuh di sini karena jalannya tiba-tiba anjlok di tengah jembatan. Kalau malam hari atau waktu hujan, titik ini jadi jebakan maut karena posisinya di jalur logistik antar-provinsi yang padat kendaraan besar," cetus salah seorang pengguna jalan dengan nada berang, Sabtu (30/5/2026).

Warga menilai, ambrolnya struktur penyambung jembatan yang belum genap berusia tiga tahun ini adalah bukti otentik buruknya perencanaan mutu ( quality control ) dari pihak kontraktor pelaksana, serta lemahnya fungsi pengawasan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah - D.I. Yogyakarta.

Anehnya, hingga rilis ini diturunkan, pihak BBPJN Jateng-DIY maupun kontraktor yang bertanggung jawab kompak mengambil langkah bungkam seribu bahasa. Tidak ada tanda-tanda tanggung jawab moral maupun rilis resmi terkait alasan mengapa fasilitas publik yang dibiayai oleh uang pajak rakyat ini bisa rusak dalam waktu singkat.

Sikap diamnya para pemangku kebijakan ini semakin memperkuat kecurigaan publik mengenai adanya ketidakberesan dalam proses serah terima proyek ( provisional hand over ).

Masyarakat lokal dan pengguna jalan mendesak agar penegak hukum serta kementerian terkait segera turun tangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap proyek Jembatan Cinyawang.

Rakyat menuntut perbaikan permanen secara total—bukan sekadar tambal sulam aspal yang hanya bertahan beberapa minggu untuk formalitas. Pemerintah jangan menunggu sampai ada truk logistik yang terguling atau pengendara motor yang meregang nyawa di lokasi baru sibuk saling lempar tanggung jawab.

Team