LUBUKLINGGAU, SUMATERA SELATAN – 13 Desember 2025
Menanggapi "klarifikasi" instan yang beredar mengenai proyek peningkatan Jalan Lingkar Selatan Kota Lubuklinggau yang disebut "Bukan Mangkrak", [Nama Media Anda] merasa perlu meluruskan narasi yang menyesatkan publik. Kami menilai klarifikasi tersebut adalah upaya pencitraan yang terlambat dan gagal menutupi dosa kelalaian di lapangan.
Kami membenarkan bahwa per hari ini, Sabtu 13 Desember 2025, aktivitas pengerjaan kembali terlihat. Namun, kemunculan alat berat hari ini tidak menghapus fakta bahwa proyek tersebut sempat menjadi "kota mati" selama hampir 10 hari.
Kami menyoroti dengan prihatin munculnya berita-berita klarifikasi dari media lain dengan judul "Bukan Mangkrak" yang terbit begitu cepat pasca-kritik mencuat.
Kami mempertanyakan integritas rekan media yang memuat narasi tersebut:
Apakah fungsi pers kini telah bergeser? Dari anjing penjaga (watchdog) kepentingan publik menjadi "Humas Bayangan" bagi kontraktor pelaksana?
Ada apa di balik kecepatan klarifikasi ini? Publik berhak curiga adanya kepentingan transaksional atau motif tersembunyi yang membuat media menutup mata terhadap penderitaan warga yang terjebak di jalan rusak selama 10 hari tanpa pengerjaan.
Jurnalisme sejati berpihak pada fakta dan masyarakat, bukan menjadi stempel pembenaran bagi pihak yang lalai.
Kami mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau dan masyarakat untuk tidak terlena dengan klaim sepihak. Berdasarkan video investigasi lapangan yang kami terima hari ini (13/12/2025), fakta berbicara lebih keras daripada rilis klarifikasi:
Jejak Penelantaran (Kondisi Awal): Video merekam jelas kondisi jalan yang hancur, penuh cekungan lumpur dalam, dan berbahaya. Ini adalah bukti fisik bahwa selama 10 hari kekosongan aktivitas, area ini dibiarkan tanpa penanganan darurat, mengancam nyawa pengendara.
Reaksi Panik (Kondisi Akhir): Kehadiran truk mixer (molen) dan pekerja pengecoran (rigid pavement) di akhir video justru mengonfirmasi dugaan kami: Pengerjaan baru dilanjutkan karena adanya tekanan publik dan sorotan media.
Penghentian total aktivitas selama sepuluh hari berturut-turut bukanlah "kendala teknis", melainkan kegagalan manajemen proyek yang fatal.
Menolak Narasi Pembenaran: Kami tidak menerima alasan klise. Fakta di lapangan menunjukkan adanya pembiaran.
Menuntut Transparansi Total: Kontraktor dan Pemkot Lubuklinggau wajib membuka jadwal kerja (timeline) yang sebenarnya kepada publik. Jangan hanya bekerja saat disorot kamera.
Peringatan Keselamatan: Keselamatan warga Lubuklinggau di Jalan Lingkar Selatan bukan komoditas tawar-menawar logistik.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kebenaran tidak bisa dibungkam oleh klarifikasi di atas kertas.
Publisher - Red PRIMA
