Ticker

6/recent/ticker-posts

Sosialisasi Bangga Kencana di Klumprit, Tety Rohatining­sih Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

 


FENOMENA HUKUM NEWS || CILACAP 

Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja digelar di halaman kediaman Kepala Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Komisi IX, Tety Rohatining­sih, anggota DPRD Kabupaten Cilacap Nasun, S.Sos., perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Ruswan Efendi, serta Ibu Eko selaku pemateri sosialisasi. Turut hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Nusawungu Sungeb, S.Sos., Kasi Trantib Sudiyo, Kepala Desa Klumprit Tohirin, tokoh masyarakat, serta warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan keluarga, pola pengasuhan anak, serta upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.  Dalam sambutannya, anggota DPR RI Fraksi Golkar Komisi IX, Tety Rohatining­sih, menekankan pentingnya membangun ketahanan keluarga melalui komunikasi, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama antara suami, istri, serta anak-anak.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter serta masa depan generasi penerus. Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perundungan terhadap anak, tekanan ekonomi, hingga penggunaan pinjaman online yang tidak terkendali.

Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak mengedepankan emosi ketika menghadapi persoalan keluarga, melainkan mengutamakan komunikasi dan musyawarah. “Bapak sebagai pemimpin keluarga dan ibu sebagai pendamping harus saling memahami serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Keluarga yang harmonis perlu dibangun melalui komunikasi, kasih sayang, dan perencanaan yang baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut.

Tety juga mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, perhatian orang tua tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus diwujudkan melalui pendampingan, perhatian emosional, serta keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari anak. Ia mendorong para orang tua untuk membiasakan diri memberikan pelukan, perhatian, dan kasih sayang kepada anak agar mereka tumbuh dengan rasa aman dan tidak mencari perhatian secara keliru di lingkungan luar.

Dalam kesempatan tersebut, Tety turut menjelaskan pentingnya perencanaan keluarga, termasuk menentukan jumlah anak sesuai kesiapan keluarga, kondisi kesehatan, dan kemampuan ekonomi. Program keluarga berencana diharapkan tidak hanya dipahami sebagai upaya mengatur kelahiran, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta kesejahteraan keluarga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan penyuluhan dan fasilitas kesehatan yang tersedia, termasuk berkonsultasi mengenai berbagai pilihan alat kontrasepsi. Menurutnya, keterlibatan laki-laki dalam program KB juga perlu ditingkatkan agar tanggung jawab perencanaan keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan.

Tety menyampaikan bahwa pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu terus memperkuat sosialisasi serta pelayanan KB agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ia turut menyinggung pentingnya dukungan anggaran dan penambahan tenaga penyuluh KB untuk menunjang pelaksanaan program di daerah.

Selain persoalan keluarga, Tety juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih dan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Nusawungu. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga. Camat Nusawungu Oktavian Panji Setiawan, S.STP., M.AP., melalui Sekcam Nusawungu Sungeb, S.Sos., menyampaikan sejumlah perkembangan dan tantangan pembangunan di wilayah Kecamatan Nusawungu.

Dalam sambutannya, Sungeb mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa atas dukungan terhadap pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Kecamatan Nusawungu telah menyelesaikan pelunasan PBB-P2 lebih awal dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Cilacap.

Sungeb menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Klumprit, atas partisipasi dalam memenuhi kewajiban perpajakan tersebut. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi mengenai pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut Desa Banjareja dan Desa Danasri sebagai wilayah yang sebelumnya tercatat dalam kategori kemiskinan ekstrem, tetapi kemudian mengalami perubahan status setelah dilakukan koordinasi dan penyesuaian data.




Sungeb juga menyampaikan bahwa Kecamatan Nusawungu menjadi bagian dari pelaksanaan program Kecamatan Berdaya pada 2026. Sosialisasi dan kegiatan pemberdayaan telah diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat pada kelompok desil kesejahteraan rendah. Dalam bidang kesehatan masyarakat, ia menjelaskan bahwa layanan posyandu telah tersedia di desa-desa di Kecamatan Nusawungu, dengan jumlah keseluruhan lebih dari 100 posyandu.

Namun, ia mengakui dukungan anggaran bagi kader dan relawan posyandu masih terbatas. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan masih mengharapkan dukungan pemerintah desa agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus berjalan. Sungeb turut menyoroti persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih yang masih dihadapi sejumlah desa di Kecamatan Nusawungu.

Menurutnya, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah, tetapi kebutuhan masyarakat masih memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Ia juga mengingatkan bahwa wilayah Nusawungu yang berada di kawasan pesisir tetap memiliki kerawanan terhadap banjir ketika musim hujan tiba. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir jumlah desa yang mengalami banjir atau genangan disebut mengalami penurunan. Salah satu upaya yang disampaikan adalah pelaksanaan normalisasi sungai, termasuk Kali Kalijambe di wilayah Nusawungu.

Sungeb berharap program normalisasi dan dukungan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dapat terus dilanjutkan demi mengurangi risiko bencana serta melindungi aktivitas masyarakat, khususnya petani.

Materi sosialisasi juga disampaikan oleh Ibu Eko, yang mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan keluarga berkualitas harus dimulai dari perencanaan sebelum menikah, pengasuhan anak, hingga pembagian tanggung jawab di dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan ayah dalam mengasuh anak merupakan bagian penting dalam membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.



Para ayah didorong untuk tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga terlibat dalam aktivitas pengasuhan, seperti membantu anak belajar, menemani kegiatan sehari-hari, serta memberikan perhatian dan kasih sayang. Dalam pemaparannya, ia turut mengangkat Gerakan Ayah Teladan Indonesia sebagai salah satu upaya mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Ia juga memberikan penjelasan mengenai pilihan kontrasepsi bagi laki-laki dan perempuan. Masyarakat diimbau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau penyuluh KB untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai manfaat, prosedur, serta kesesuaian setiap metode kontrasepsi. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan program KB tidak hanya bergantung pada jumlah anak, tetapi juga pada kesiapan orang tua dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan yang layak.



Kepala Desa Klumprit, Tohirin, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Bangga Kencana yang menghadirkan anggota DPR RI, perwakilan BKKBN, pemerintah kecamatan, serta pemateri yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh informasi mengenai pembangunan keluarga, pelayanan KB, kesehatan, serta berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.

Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Nasun, S.Sos., juga hadir bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Warga yang mengikuti acara menyambut sosialisasi dengan antusias. Dalam kesempatan itu, dukungan terhadap keberlanjutan program pemerintah dan pentingnya memilih serta menjalankan program pembangunan secara tepat menjadi bagian dari pesan yang berkembang dalam pertemuan tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi Bangga Kencana ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, tenaga penyuluh, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, serta sejahtera. Keluarga berkualitas menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Shlh