Fenomena hukumnews.my.id/TAMBANG , KAMPAR — Puluhan wali murid di dampingi beberapa tokoh masyarakat menggelar aksi unjuk rasa damai di SD 017 Dusun Durian Tandang, Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Bermula Aksi ini digelar adalah sebagai bentuk kekecewaan wali murid atas kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai tidak membawa kemajuan sudah hampir lima tahun menjabat kepsek di sekolah ini pak ". Ungkap Mereka
Dalam aksi tersebut para wali murid menegaskan anak-anak mereka mulai sekarang tidak usah masuk sekolah sampai ada kepastian penanganan atas tuntutan mereka. Aksi mogok belajar ini dilakukan sebagai bentuk penekanan agar kepala sekolah yang bersangkutan segera diberhentikan atau dipindahkan dari SD 017 Kualu.
Wali murid dan tokoh masyarakat setempat melangsungkan musyawarah dengan jajaran guru di kantor sekolah. Tapi sangat di sayangkan kepala sekolah tidak hadir dan menolak untuk menemui para wali murid yang hadir.
Menurut keterangan mereka,keluhan dan masukan mengenai kondisi sekolah sudah berulang kali disampaikan kepada kepala sekolah, tetapi tidak pernah direspons. Lanjut nya Selain itu beberapa waktu yang lalu beberapa orang perwakilan wali murid juga telah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, namun hingga kini menurut mereka belum ada tanggapan maupun tindak lanjut, dan semenjak itu juga kepsek jarang masuk .
Berdasarkan pantauan awak media
di lokasi, kondisi fisik sekolah maupun fasilitas bangunan sekolah saat ini memang sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak pakai , terdapat banyak kerusakan di beberapa bagian gedung kantor pelapon terkoyak dan tercabik , permasalahan toilet, dan juga beberapa kayu platform sudah banyak yang rusak .
Para orang tua murid menyayangkan lambatnya pembenahan sarana pendidikan yang berdampak langsung pada kenyamanan belajar anak-anak mereka.
Wali murid menyatakan aksi mogok belajar akan terus berlanjut hingga pihak dinas terkait turun tangan dan mengevaluasi kinerja kepala sekolah serta mengabulkan beberapa belasan point tuntutan .
Selanjutnya Wali murid mengungkapkan, tuntutan tersebut muncul karena mereka menilai selama kepala sekolah menjabat, terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Di antaranya, kepala sekolah disebut sering tidak berada di sekolah dan kondisi sejumlah fasilitas dan bangunan dinilai memprihatinkan.
Selain itu, wali murid juga menyoroti kondisi ruang belajar siswa yang hanya di sekat triplek . Lokal kelas II dan III disebut berada dalam satu ruangan dengan keadaan meja dan bangku yang koyak serta berlubang .
Seorang bendahara sekolah kepada awak media mengaku dirinya tidak dilibatkan dalam pengelolaan berbagai kegiatan sekolah. Ia mengatakan tugasnya hanya mengambil dana BOS untuk kemudian diserahkan kepada kepala sekolah.
Dan juga kendala tentang gaji guru Honorer dari bulan Pebruari 2026 hingga kini di bulan September belum mereka terima padahal hanya Rp.100.000,00
(seratus ribu rupiah/bulan)" Ungkap para guru saat diskusi dengan puluhan wali murid .
Tokoh masyarakat mengatakan Pernyataan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak sekolah maupun instansi terkait guna memastikan mekanisme pengelolaan dana BOS dan dan dana PIP di sekolah tersebut.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar turun melakukan cek dan ricek ke sekolah ini serta mengindahkan tuntutan wali murid. Kami sudah tidak mau lagi menerima kepala sekolah tersebut karena menurut kami sekolah ini tidak terurus," ujar salah seorang wali murid.
Berbagai persoalan yang disampaikan wali murid, bendahara, dan guru honorer tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak Kepala SDN 017, beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar maupun pihak-pihak terkait.
Di waktu yang bersamaan , saat aksi puluhan wali murid di kantor SD Negeri 017 Kualu , para guru beserta bendahara Berjanji akan menyampaikan point-point tuntutan kepada kepala sekolah, kami hanya mengajar di sini tak bisa memu
Red